Tahapan Bicara Anak Sesuai Usia: Yuk, Cek Perkembangan Si Kecil!

Penulis: dr. Kinandra Rafa Khalisha Rambey, 22 Juli 2026

Tahapan Bicara Anak Sesuai Usia: Yuk, Cek Perkembangan Si Kecil!

Setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda dalam belajar berbicara. Meski begitu, terdapat tahapan bicara yang dapat dijadikan acuan bagi orang tua untuk memantau apakah perkembangan bicara anak sudah sesuai dengan usianya. Berikut adalah tahapan bicara anak beserta tanda yang perlu diwaspadai pada setiap fase usia.

Usia 6–12 Bulan

Pada usia ini, umumnya anak mulai menunjukkan perkembangan berikut:

  • Mengeluarkan suara babbling, seperti "ba-ba," "da-da," atau "ma-ma"
  • Merespons suara, terutama saat namanya dipanggil
  • Menggunakan suara untuk mengekspresikan emosi, seperti tertawa atau menangis saat senang atau frustrasi
  • Meniru intonasi atau bunyi dari suara orang dewasa
  • Menunjukkan perhatian pada suara tertentu, seperti musik atau suara orang berbicara

Perlu diwaspadai: jika pada usia 9 bulan anak belum menunjukkan babbling atau tidak menoleh saat namanya dipanggil, disarankan untuk mulai berkonsultasi dengan tenaga profesional di klinik tumbuh kembang anak.

Usia 12–18 Bulan

Beberapa perkembangan yang dapat diamati pada tahap ini meliputi:

  • Menjawab pertanyaan sederhana dengan gerakan, seperti mengangguk atau menggeleng
  • Mampu mengucapkan 3–6 kata bermakna, seperti "makan," "minum," atau "susu"
  • Mulai menunjuk gambar, objek, atau anggota tubuh yang disebutkan

Perlu diwaspadai: jika pada usia 16 bulan belum ada kata bermakna yang diucapkan. Kondisi ini dapat menjadi indikasi awal keterlambatan bicara pada anak.

Usia 18–24 Bulan

Pada rentang usia ini, anak umumnya:

  • Senang mendengarkan cerita pendek atau lagu sederhana
  • Ucapannya dapat dimengerti sekitar 50% oleh orang lain selain pengasuh utama
  • Mulai menggunakan kalimat dua kata, seperti "mau makan" atau "ambil bola"
  • Dapat mengikuti perintah sederhana dua langkah, misalnya "Ambil handuk, lalu berikan ke Mama"

Perlu diwaspadai: jika anak belum mampu menyusun kalimat dua kata pada usia 2 tahun. Kondisi ini sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter tumbuh kembang anak.

Usia 2–3 Tahun

Pada tahap ini, anak umumnya menunjukkan perkembangan berikut:

  • Hampir seluruh ucapannya dapat dimengerti oleh orang lain selain pengasuh utama
  • Mampu membentuk kalimat sederhana yang terdiri dari 2–4 kata, seperti "Mama, aku mau minum"
  • Mulai mengajukan pertanyaan sederhana, seperti "Apa ini?" atau "Kenapa?"
  • Senang bernyanyi lagu-lagu pendek atau mengikuti ritme lagu

Perlu diwaspadai: jika anak belum dapat merangkai kalimat tiga kata pada usia 3 tahun. Disarankan untuk berdiskusi dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak atau terapis wicara.

Pentingnya Memantau Tahapan Bicara Anak

Memantau perkembangan bicara anak sesuai usianya merupakan langkah penting bagi orang tua. Setiap tahapan yang terlewat dapat menjadi indikasi awal yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Semakin dini kondisi ini dikenali, semakin besar pula peluang anak mendapatkan stimulasi atau penanganan yang tepat agar tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal.

Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Apabila ditemukan satu atau lebih tanda keterlambatan bicara sesuai usia di atas, sebaiknya tidak menunda pemeriksaan. Konsultasi dapat dilakukan dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang atau terapis wicara untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Klinik Tumbuh Kembang Anak Lalita menyediakan layanan lengkap mulai dari observasi, konsultasi, hingga terapi wicara yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Tenaga ahli kami siap mendampingi proses tumbuh kembang anak dengan pendekatan profesional dan berbasis bukti ilmiah.

Untuk informasi lebih lanjut atau melakukan konsultasi, kunjungi kliniklalita.com atau linktr.ee/klinik.lalita.

Share:
Logo Kontak Lalita