Masalah Tidur Balita: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Penulis: Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), 7 Agustus 2025

Masalah Tidur pada Balita Itu Nyata dan Tidak Boleh Dianggap Sepele
Tahukah AyBun? Sekitar 25–30% balita mengalami masalah tidur. Sleep disorders pada anak bisa berupa sulit tidur sendiri, sering terbangun di malam hari, atau menolak tidur saat waktunya tidur malam. Masalah ini tidak hanya memengaruhi tidur anak, tetapi juga tumbuh kembang fisik, perilaku, dan prestasi belajar.
Jenis Masalah Tidur (Sleep Disorders) pada Balita
Berikut beberapa gangguan tidur anak yang paling sering ditemukan:
- Anak Sulit Tidur Sendiri (Sleep Onset Association Disorder) Balita hanya bisa tidur jika digendong, menyusu, atau ditemani terus.
- Night Waking / Sering Terbangun Tengah Malam Anak bangun beberapa kali di malam hari dan tidak bisa tidur kembali sendiri.
- Menolak Tidur di Jam Tidur (Bedtime Resistance) Anak aktif, menolak tidur, atau tantrum saat waktu tidur malam tiba.
- Sleep Apnea Anak (Obstructive Sleep Apnea) Napasan anak terdengar berat atau mendengkur saat tidur, sering terbangun, dan mengantuk di siang hari.
Tanda Masalah Tidur pada Anak yang Perlu Diwaspadai
- Anak tampak kelelahan atau mengantuk di siang hari
- Sering marah, tantrum, atau tidak fokus
- Prestasi belajar menurun
- Tidur kurang dari 9–10 jam secara konsisten
- Pola tidur tidak teratur setiap hari
- Napas tersengal atau mendengkur keras saat tidur
Dampak Masalah Tidur Balita
Jika tidak ditangani, masalah tidur bisa berdampak jangka panjang:
- Risiko obesitas, hipertensi, dan gangguan metabolik
- Gangguan perilaku seperti ADHD-like behavior
- IQ lebih rendah
- Emosi tidak stabil
- Gangguan pertumbuhan karena hormon pertumbuhan terganggu
Cara Mengatasi Masalah Tidur pada Balita 🛏 Berikut langkah berbasis sleep hygiene anak yang dapat dicoba:
- Buat rutinitas tidur malam yang konsisten Contoh: mandi air hangat → baca buku → lampu redup → tidur.
- Tidurkan anak di jam yang sama setiap hari Termasuk akhir pekan.
- Batasi screen time minimal 1 jam sebelum tidur
- Latih anak untuk bisa self-soothing (tidur sendiri tanpa digendong)
- Hindari makanan manis atau berat sebelum tidur
- Konsultasi jika masalah tidur berlangsung >2 minggu
Kapan Harus Konsultasi?
Jika masalah tidur pada balita mulai berdampak pada perilaku siang hari atau fungsi belajar, segera konsultasikan ke psikolog anak atau dokter spesialis tumbuh kembang. Klinik Lalita menyediakan layanan asesmen dan intervensi gangguan tidur anak, termasuk sesi edukasi untuk orang tua.
Kesimpulan
Masalah tidur balita (sleep disorders anak) bukan hal sepele. Dengan rutinitas yang sehat dan penanganan dini, kualitas tidur anak dapat ditingkatkan — dan ini berdampak langsung pada kesehatan, emosi, serta kemampuan belajarnya.
Yuk konsultasikan dengan tim Klinik Tumbuh Kembang Anak Lalita melalui: 🔗 kliniklalita.com | linktr.ee/klinik.lalita